Logat Urang Sunda yang Khas

Kali ini saya mau bahas tentang Logat Sunda. Bahasa Sunda memang Bahasa yang Unik dan Khas karena selain Kosakata dalam bahasa sunda cukup memusingkan kepala kalo orang yang lagi belajar bahasa sunda juga ada khas jika orang itu USA (Urang Sunda Asli), ASGAR (Asal Garut) punya Logat yang khas.

Karena ke khasan nya itu sering kita mendengar kalo Urang Sunda ngomong pake bahasa Indonesia pasti Logat Sunda nya kental dan tidak bisa di hilangkan dan yg pasti cepet ketahuan , oh dia pasti orang sunda hahaha....

Apalagi kalo bicara bahasa inggris kadang kita akan tertawa geli mendengarnya. Akan tetapi bagi saya selaku USA merasa bahwa itulah keunikan menjadi Urang Sunda dan saya sangat bangga menjadi Urang Sunda.

Akan tetapi kalo persepsi itu Luas dan dalam, apapun persepsi orang tentang Sunda saya yakin kita akan merasa bangga menjadi Urang Sunda yang Unik....

Kebiasaan Kata Kotor dalam Bahasa Sunda

Mungkin kita semua telah mengetahui bersama selaku Urang Sunda yang sehari-hari kita bicara dalam bahasa Sunda. Setiap kali saya juga sering mendengar kata-kata seperti "Anjing, Goblog, Setan dll. Saya sendiri sebagai USA (Urang Sunda Asli) merasa Risih juga jika mendengar kata-kata itu dikalangan anak kecil dan anak muda Urang Sunda.

Kebiasaan ini sepertinya telah mengakar dan sulit untuk dihilang karena mungkin Spontanitas pada saat ngobrol. Saya akui juga waktu say kcil sering juga memakai kata-kata itu karena pada saat itu memang terdengar enak dan biasa lebih anehnya juga orang yang diajak bicaranya juga merasa biasa aja malah menimpal kembali dengan kata-kata itu.

Walaupun saat ini saya menyadari betul kata-kata itu kurang enak terdengar. Saya selalu bertanya pada diri sendiri Kok bisa ya orang di sebut Anjing atau Goblog,  Contoh Kalimat nya "Naon Sia Anjing kadieu, Aing kamari ti imah maneh goblog......" dan banyak lagi contoh kalimat yang ga bisa saya tuliskan.

Saya terus terang merasa prihatin sebagai Urang Sunda, dan merasa takut juga gimana dengan anak-anak saya nanti yang pasti bergaul dengan anak-anak sunda jaman sekarang.

Tempat Terindah di Dunia

Tempat terindah di dunia yang mungkin akan menjadikan referensi untuk anda yang suka dengan Traveling, apalagi kita punya fasilitas yang cukup untuk mengunjungi tempat-tempat terindah di dunia.

Berikut ada Beberap tempat terindah di dunia yang sangat menakjubkan setiap orang pasti memimpikan dapat mengunjunngi nya.

Daripada banyak ngomong yah, coba liat-liat deh nih tempat-tempatnya.....
Monggo...
Keukenhof Gardens – Netherlands

Restaurant near Sanyou Cave above the Chang Jiang river, Hubei , China
Capilano Suspension Bridge, Vancouver, British Columbia
Verdon, Provence, France
Tempat terindah di dunia Seychelles
Seychelles
Riomaggiore, Italy
Seljalandsfoss Waterfall on the South Coast of Iceland
Mount Roraima – Venezuela
Marble Caves, Chile Chico, Chile
Add caption
Keukenhof Gardens – Netherlands

Four Seasons Hotel – Bora Bora
Stitched Panorama

Tiga Langkah Ketika Membangun Sebuah Website

Saat ini Online adalah telah menjadi kebutuhan, karena setiap informasi tentang apapun pasti ada di dunia maya. Jika anda menginginkan atau ingin membangun sebuah website ada baiknya anda menyimak beberapa tips yang mungkin bisa menjadi acuan atau masukan dalam membangun sebuah website pribadi atau untuk perusahaan anda. 

Pertama
Ketika memilih domain terbaik untuk memilih salah satu yang singkat dan to the point. Jika Anda memiliki toko roti misalnya, pada titik ini www.bakery.com diucapkan untuk. Namun jika Anda terakhir nama adalah Smith atau roti Anda memiliki nama individu seperti Blue Hill Bakery, Anda dapat mencoba Smithbakery.com atau Bluehillbakery.com. Kebanyakan perusahaan hosting memiliki alat untuk membantu Anda mengetahui jika domain yang sudah diambil, tetapi favorit saya adalah www.instantdomainsearch.com. Ini sederhana dan memberikan saran pada tersedia .net .org dll variasi pada pencarian domain Anda. Semakin pendek domain yang lebih baik, tidak hanya dengan bantuan ini dengan orang-orang yang mengingat domain, tapi itu tidak menyakiti peringkat halaman organik baik. Juga, pastikan bahwa penyedia menawarkan unlimited subdomain. Paling melakukan tanpa pertanyaan, tetapi Periksa sebelum membeli, jika tidak Anda bisa menghabiskan lebih banyak maka Anda harus untuk situs dengan hanya beberapa halaman.

Kedua
Biasanya ketika Anda membeli domain dengan penyedia, kemungkinan yang Anda akan menggunakan layanan hosting mereka juga. Kamu dapat membidik situs Anda dari inang domain untuk penyedia situs, tetapi jika Anda hanya memulai mungkin bijaksana untuk host situs dan domain dengan perusahaan yang sama. Tergantung pada fungsi situs, baik itu sebuah blog, perusahaan, atau eceran situs, Anda akan perlu memutuskan jatah space dan bandwidth penyimpanan Anda. Jika situs Anda akan memiliki multimedia Anda mungkin ingin bertemu atas pilihan ini. Saya telah menemukan bahwa lebih mudah untuk mundur paket Anda setelah sebulan tes maka itu adalah untuk memiliki situs Anda crash atau akan ditagih untuk overages. Setelah Anda memiliki gagasan tentang apa situs akan menjadi, dalam account Panel kontrol, atau cpanel, harus ada banyak pilihan yang ditawarkan oleh provider Anda untuk membantu Anda menginstal program pengelolaan konten yang diperlukan pada server hosting Anda. Sedikit tip, saya telah menemukan bahwa WordPress adalah yang paling efisien ketika datang untuk blogging, tetapi Joomla adalah yang terbaik yang saya temukan ketika mendirikan sebuah situs ritel. Keduanya sangat mudah untuk menyelam ke dalam dan sangat kuat, tapi Joomla tampaknya memiliki pilihan yang lebih baik ketika datang ke shopping cart.

Terakhir
Lalu lintas dan pelacakan adalah roti dan mentega dari internet. Mampu untuk mengarahkan pelanggan dan melacak apa yang membawa mereka ada nama permainan. Ada banyak pilihan ketika datang ke topik ini, tapi aku akan memberimu apa yang saya temukan untuk menjadi pilihan terbaik untuk memulai Anda keluar.
Ketika datang ke analytics, Google adalah sebuah pokok. Anda dapat mendaftar untuk akun Google Analytics gratis, dan mereka akan memandu Anda melalui proses setup. Pastikan untuk memiliki akses ke kode HTML di situs Anda karena Anda akan harus tempat beberapa kode Google untuk memungkinkan analytics untuk mengumpulkan informasi. Ada pilihan lain di luar sana, banyak dari mereka, tapi Google tidak pekerjaan yang sangat baik semua informasi pelacakan dan tampaknya menjadi standar dalam industri.
Sekarang, usia tua pertanyaan "Bagaimana saya mendapatkan lalu lintas"? Aku tidak akan pergi ke terlalu banyak detail mendengar karena Sejujurnya tidak terlalu banyak untuk menulis tentang, tapi aku akan petunjuk Anda pada dasar tergantung pada tujuan akhir Anda. Jika Anda memiliki sebuah situs ritel dan Anda mendorong produk, taruhan terbaik Anda keluar dari pintu gerbang adalah untuk membeli lalu lintas yang ditargetkan untuk situs Anda. Sangat hati-hati, Anda benar-benar membayar untuk apa yang Anda dapatkan. Anda dapat membeli lalu lintas sangat murah dan tidak pernah dijual, atau Anda dapat membayar lebih untuk lalu lintas bertarget yang mengkonversi. Jika Anda memiliki anggaran, menempel ditargetkan, jika tidak, coba campuran, tetapi semua murah adalah jelas bukan cara untuk pergi. Jika Anda seorang blogger yang mencari untuk mengarahkan lalu lintas organik, well ada volume yang ditulis pada topik ini. Apa yang saya sarankan dalam tahap awal adalah untuk memastikan Anda topik relevan dan artikel diisi dengan kata kunci yang besar. Tetapi lebih penting lagi mulai keluar link. Setelah Anda mendapatkan beberapa konten, pergi keluar dan menemukan situs yang serupa dengan Anda dan mencoba untuk melakukan berbagi link dengan mereka. Semakin banyak link kembali ke situs Anda, semakin baik peringkat Anda akan menjadi.

Ketiga tips ini mungkin ga terlalu bagus akan tetapi patut di coba....

selamat mencoba.......!!!!!

Bagaimana Sebuah Situs Terindex dengan baik

Sebuah Blog atau Website tidak akan menjadi bagus jika tidak dilihat orang, ada satu hal yang sangat penting ketika kita akan membeli sebuah hosting ke perusahaan Webhosting
 
Seorang Webmaster pasti mengetahu dan memahami pentingnya mesin pencari mengindeks di atas keseluruhan prestasi suatu situs. Memiliki sebuah website dengan benar diindeks oleh mesin pencari adalah satu-satunya cara bagi orang-orang browsing Internet untuk mencari halaman web.
 
Setiap search engine indeks halaman web fokus saat ini secara berbeda dan untuk semua maksud dan tujuan akan ditempatkan di Google. Untuk memastikan bahwa situs web tertentu yang sering dikunjungi, dan oleh karena itu menjadi lebih menguntungkan, sangat penting bahwa webmaster memahami tiga elemen dasar pencarian mesin pencari mengindeks; Bagaimana halaman web diindeks; setiap halaman situs Web diindeks; Bagaimana webmaster tahu jika mereka halaman diindeks?
 
Sering ada penundaan waktu antara upgrade situs rutin dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mesin pencari untuk mengindeks halaman web tertentu. Waktu tunda indikasi pada banyak aspek, seperti:
Keseluruhan struktur dari situs web. Webmaster harus memperhatikan jelas struktur dan tata letak situs web mereka dari saat mereka mulai merancang setiap halaman. Subhalaman membayar peran penting dalam membantu bots mesin pencari. Hal ini penting untuk mengingat untuk membuat sitemap yang mengandung link ke setiap halaman lain di situs web serta link kembali ke halaman utama. Memadai halaman menghubungkan pada akhirnya akan membantu situs merangkak proses yang mengikuti bots mesin pencari untuk mengindeks situs web.
 
Menggunakan robot.txt file, di lokasi yang tepat, pada sebuah situs web memungkinkan bot mesin pencari tahu apa halaman web yang mereka harus merangkak dan halaman apa mereka tidak seharusnya.
Masuk link sangat penting. Google terkenal untuk menggunakan link masuk dan kualitas situs yang mereka datang dari dalam membangun peringkat halaman. Semakin besar halaman peringkat nilai website semakin besar kemungkinan itu adalah bahwa situs akan diindeks. Untuk alasan ini, penting untuk link ke halaman tambahan daripada hanya halaman utama. Membayar perhatian ke situs eksternal lainnya jika berpartisipasi dalam pertukaran link, bagaimanapun, reputasi yang buruk dari situs web yang tertaut dapat memiliki efek bencana pada setiap situs yang terhubung ke mereka.
 
Menyingkirkan ID sesi. Bot bertanggung jawab untuk Google mengindeks situs tidak mampu memahami atau menggunakan ID sesi (atau sesi token) dan akhirnya menganggap mereka menjadi beberapa halaman yang berisi konten yang sama. Hal ini penting untuk mengingat untuk menghapus ID sesi karena mereka dapat memiliki efek negatif pada proses pengindeksan.
 
Ada banyak metode lain untuk meningkatkan kemungkinan sebuah situs web yang diindeks positif, untuk memeriksa berapa banyak halaman web telah diindeks oleh Google Webmaster dapat melakukan salah satu dari beberapa hal.
 
Metode yang paling efektif, dan jauh sederhana, pemantauan mengindeks situs adalah dengan memasukkan situs: sebelum nama domain situs web ke dalam kotak mesin pencarian Google. Paling sering, masing-masing halaman yang telah diindeks akan diisi dengan hasil.
 
Berikut adalah beberapa tips tambahan untuk meningkatkan situs mesin indeksasi:
1. Menambahkan template baru dengan navigasi baru.
2. Cap dan kontrol meninggalkan setiap halaman link yang berlebihan.
3. Menambahkan kanonik tag ke halaman web untuk merebut kembali aliran hilang link.
4. Dapatkan berbagai segar dalam link ke halaman masuk.
5. Menambahkan konten ke situs stagnan segmen untuk meningkatkan frekuensi posting.
6. Redirect bertarikh konten halaman baru, subfolder dari sub domain.
7. Membangun master sitemap dan memastikan bahwa hal ini termasuk pada setiap halaman.
8. Rewrite biasa-biasa saja judul, meta data atau isi yang serupa dengan membangun kata kunci utama untuk setiap halaman.

Cara Membeli Hosting/Server di Hostgator (Shared Hosting)

Cara membeli hosting sebenarnya ada banyak, tergantung jasa hosting yang anda gunakan. Namun karena yang saya pribadi gunakan adalah hostgator, dan karena hostgator tak pernah sekalipun mengecewakan saya seperti beberapa jasa hosting murahan di Indonesia, tutorial cara membeli hosting ini saya khususkan untuk Hostgator.

Saran Untuk Anda yang Akan Membeli Hosting

Ingat, memiliki hosting yang berkualitas sangatlah penting, karena hosting yang sering down akan memengaruhi posisi anda di mesin pencari (search engine).
Cek seberapa banyak site anda down dalam satu bulan dengan menggunakan jasa ping gratis seperti Pingdom atau semacamnya. Jika anda mendapati uptime dari site anda kurang dari 99,5% maka sudah saatnya anda untuk pindah ke jasa hosting lain.
Anggaplah membeli hosting yang berkualitas sebagai investasi, jangan pelit, dan jangan ambil yang murah tapi tidak berkualitas.
Saya pribadi menggunakan Hostgator atau Bluehost. Namun untuk site yang besar dengan trafik tinggi dan jumlah halaman yang banyak, saran saya adalah VPS.net — hosting yang menjadi rekomendasi pakar SEO dunia, Joost de Valk pemilik Yoast.com.
Alasan saya membeli hosting di hostgator dan sangat puas dengannya karena performa customer support Hostgator yang menakjubkan.
Ada kalanya hacker menggunakan site anda secara acak dan iseng — melatih kemampuannya untuk meng-hack site yang lebih besar.
Ada kalanya juga kita secara tak sengaja merusak blog kita ketika sedang meng-edit theme. Saat itulah anda akan mengerti betapa pentingnya customer support dari suatu perusahaan hosting.
Dan tidak, saya tak dibayar untuk mempromosikan hostgator, ataupun saya memperoleh komisi dengan menawarkan kupon diskon pada anda (uang saya sudah banyak)…
Tutorial dari saya adalah tutorial lengkap (dan tulus) untuk menyewa hosting di hostgator plus bagaimana cara menghemat jutaan rupiah bersama mereka. Penasaran?

Langkah-Langkah Membeli Hosting di Hostgator

#1 Tentu saja kunjungi HostGator.com, kemudian klik tombol oranye besar “View Web Hosting Plan“. http://hostgator.com <-- link untuk mengunjungi HostGator.
cara membeli hosting di hostgator picture
#2 Pilih menu ‘Baby Plan’ (anda tak ingin ‘Hatchling Plan’ karena hanya mengijinkan anda meng-host satu domain dan anda tak memerlukan private SSL & IP yang ditawarkan ‘Business Plan’). Saran saya order minimal selama 3 tahun untuk mendapatkan harga termurah ($6,36/bulan diskon 20%). Klik tombol “Order Now”.
cara membeli hosting di hostgator pilih paket
#3 Beli domain atau masukkan domain yang sudah anda miliki sebelumnya. Jika anda sudah memiliki domain sebelumnya, silakan masukkan nama domain anda di sini. Jika belum, anda bisa membelinya dari hostgator. Domain di Hostgator harganya hanya $15, harganya tidak beda jauh dengan jika anda membeli dari registrant lain, plus anda tak perlu pusing untuk mengubah name server-nya.
cara membeli hosting di hostgator memasukkan domain name picture
Jika Hostgator memberi anda tawaran kupon “SPRING”, jangan ganti dengan yang lain. Memang banyak affiliate yang menawarkan kupon 1 sen hosting pada bulan pertama, namun biaya hosting akan lebih mahal di bulan-bulan berikutnya.
Jika anda ingin hosting yang murah dalam jangka panjang, pilih kupon default dari Hostgator, dan order yang lama.
Ini cara saya untuk menghemat minimal 1 juta rupiah dengan Hostgator dibandingkan pelanggan-pelanggan yang lain, saya menggunakan kupon “SPRING”, order selama tiga tahun, mendapat harga $6,3/bulan.
Bandingkan dengan orang lain yang menggunakan kupon diskon satu sen untuk bulan pertama, tapi bulan kedua dan seterusnya bayar $9,5. Dalam tiga tahun (35 bulan x $3,2 = $112) dia membayar lebih mahal $112 dibanding saya…
#4 Masukkan data diri anda. Di sini anda dapat merubah paket atau siklus tagihan (billing cycle) anda. Saran saya, langsung beli selama tiga tahun. Dengan kupon ‘SPRING’ yang secara default ada, anda akan memperoleh harga yang sangat murah untuk hosting anda (sudah dilihat perhitungannya ‘kan?)
cara membeli hosting di hostgator pilih billing cycle picture
Kemudian masukkan informasi tagihan anda (Billing Information). Pilih alternatif pembayaran anda, apakah menggunakan PayPal ataukah kartu kredit.
Jika anda memilih PayPal, anda akan membayar di halaman selanjutnya. Kemudian, tentu saja klik tombol oranye besar di bawah yang berbunyi “Create Account“.
cara menyewa hosting di hostgator masukkan billing information picture cara membeli hosting di hostgator klik tombol create account picture
#4a Bayar hosting anda. Jika anda menggunakan PayPal, anda akan memiliki opsi untuk membayar hosting anda satu kali ini (Pay Now) atau berlangganan (Subscribe) untuk pembayaran otomatis.
cara membeli hosting di hostgator subscribe atau buy now picture
Selanjutnya anda akan dibawa ke halaman pembayaran PayPal, login dengan akun anda, bayar, setelah Hostgator mengkonfirmasi pembayaran anda (terjadi secara otomatis), email tentang informasi akun dan detail login ke hosting anda akan dikirim kepada anda.
cara membeli hosting di hostgator waktunya bayar dengan PayPal picture
Jika anda kontrak cukup lama dengan Hostgator, akan ada orang support team Hostgator yang telpon ke anda, berterimakasih, dan menanyakan apakah ada yang bisa mereka bantu…
Wow! Saya juga kaget ketika pertama kali mereka telepon, karena tiba-tiba ada yang menyapa saya dalam bahasa inggris lewat telpon. Saya ‘kan tidak siap… hahaha….
Sisanya tinggal login ke cpanel anda menggunakan detail yang di email kan kepada anda. Dan… selamat menikmati hosting anda!

Reff: www.syamsulalam.net

Refrensi Webhosting

 
Hostgator didirikan tahun 2002, HostGator cukup terkenal dengan kredibilitas sebagai penyedia layanan web hosting. Kantor Pusat nya bertempat di Houston, Texas.
Penyedia Hosting ini telah menyediakan layanan lebih dari 200 negara di Dunia. Hostgator juga mempunyai  staf lebih dari 750 karyawan
Penawaran yang diberikan adalah paket Shared, Reseller, VPS, dan Dedicated server untuk pemula dan para profesional. Setiap rencana Web Hosting bersama kami mencakup dukungan 24/7/365 dan Jaminan 99,9% juga memberikan 45 hari garansi uang kembali
Jika anda ingin memulai membuka Toko Online ada baik nya anda mulai mencari Server Hosting yang dapat dipercaya dan bisa memberikan layanan yang memuaskan, karena menyewa Hosting bukan hanya satu dua kali transaksi tapi akan terus berkasinambungan selama anda menjadi pemakai Hosting tertentu.
Anda juga dapat mencoba mempelajari dan mengenal lebih jauh tentang salah satu Penyedia Webhosting terbaik di dunia. Jika anda ingin Toko online anda dikenal diseluruh Dunia maka saya merefrensikan Hostgator ini karena selain Kredibilitas nya sudah teruji juga kualitas Layanan nya sangat bagus.


Fenomena Wa Kepoh

amun Anjeun wargi Bandung atawa Jawa Kulon anu kantos ngalaman jaman kira-kira warsih 80-an,tangtos emut kalawan sosok imajiner Si Rawing. Hiji dongeng anu sering ditunggu-antos ku para penggemarnya . Sabot dongeng " Si Rawing " mengudara,ampir saban imah satia diuk di payun radionya sewang-sewang. Dongeng anu dibantunkeun Wa Kepoh ieu sahenteuna barobah kaayaan kenangan tersendiri kanggo urang Sunda basa eta. Bayangkeun,jabi Persib anu barobah kaayaan aspek pemersatu urang Sunda,dongeng ieu oge kawas barobah kaayaan media keakraban jalmi Sunda.di manten-manten jalmi Sunda ampir sadaya mikawanoh dongeng ngeunaan carita jawara ti Taneuh Sunda ieu. Carios na ampir sami kalawan pilem-pilem silat wanci eta anu diperankeun Advent Hudang sarta Barry Prima oge jiga kalawan carita dina buku silat Kho Ping Ho atawa Wiro Sableng. Saleresna,carios silat wanci eta kanggo tren. Carita petualangan jawara,nyaah,dugi peunteun-peunteun kahirupan aya terbungkus rapih dina carita dongeng " Si Rawing" .
di pungkur kepopuleran dongeng  "Si Rawing " tak lesot ti empu na soanten,Wa Kepoh. Geremet kalawan carita di wangsul fenomena si Rawing ieu,tim nu nulis Informasi Bandung sababaraha wanci kaliwat ngahaja menyambangi imah Wa Kepoh anu aya di sekitaran Antapani. Di imahna,urang berbincang lami ngaguar balik carita kepopuleran si Rawing wanci eta. Ma'lum,wanci dongeng \ " Si Rawing\ " ieu booming di radio,urang lolobana diuk keneh di sakola SD. Mangka,kalawan penerimaan haneut ti tuan 


Urang anu tiheula lumangsung minangka pirsawan satia,cekap
meunangkeun seueur informasi di wangsul carita sukses dongeng " Si Rawing " . Urang nyaritakeun dina Wa Kepoh,yen urang saleresna sepertos atos nyandu kalawan dongeng " Si Rawing " ieu. Sumawonten,urang rela ka sakola ngabantun radio transistor , di manten sakapeung batu baterainya seep. Mangka,urang rela " ngeusian ulang " baterai kalawan moe na di hateup sakola. Sumawonten guru-guru urang oge sakapeung bareng-bareng ngadangu dongeng " Si Rawing " di kantin sakola. Urang henteu hoyong tinggaleun hiji episodeu oge carita petualangan si Rawing dina nyanghareupan satru-satru na. Sanaos waktuna henteu 1 tabuh full,margi sakapeung lami diselingi ku pariwara anu lolobana atos di-blocking ku sponsor utami. Uniknya ,pariwara sorangan dibantunkeun ku Wa Kepoh kalawan kaahlian na kalawan rupi-rupi rupi soanten,salaki-salaki,awewe,anak-anak,atawa soanten aki-aki.

Wa Kepoh nyaritakeun yen pirsawan dongeng  " Si Rawing " ieu sumebar dugi Nusantara. Sabot anjeunna siaran di studio radio,tiasa dipastikeun jalmi-jalmi bade daratang rogrog melongok anjeunna di wangsul kaca studio. Ngan demi ningali gaya Wa Kepoh kanggo mendongeng. Ma'lum,sepertos perkawis na penyiar,pirsawan ngan tiasa terang soanten nanging henteu terang rupi pendongeng. Kanggo nyumponan rasa kepenesaranan ningali sosok Wa Kepoh langsung,maranehanana oge rela berbondong-bondong dongkap ka studio radio tempat Wa Kepoh mendongeng. Pangesto  


Sejarah Orang Sunda

Sejarah Sunda
Written by New KAsep

Kata Sunda artinya Bagus/ Baik/ Putih/ Bersih/ Cemerlang, segala sesuatu yang mengandung unsur kebaikan, orang Sunda diyakini memiliki etos/ watak/ karakter Kasundaan sebagai jalan menuju keutamaan hidup. Watak / karakter Sunda yang dimaksud adalah cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), dan pinter (pandai/ cerdas) yang sudah ada sejak jaman Salaka Nagara tahun 150 sampai ke Sumedang Larang Abad ke- 17, telah membawa kemakmuran dan kesejahteraan lebih dari 1000 tahun.

Sunda merupakan kebudayaan masyarakat yang tinggal di wilayah barat pulau Jawa dengan berjalannya waktu telah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Sebagai suatu suku, bangsa Sunda merupakan cikal bakal berdirinya peradaban di Nusantara, di mulai dengan berdirinya kerajaan tertua di Indonesia, yakni Kerajaan Salakanagara dan Tarumanegara sampai ke Galuh, Pakuan Pajajaran, dan Sumedang Larang. Kerajaan Sunda merupakan kerajaan yang cinta damai, selama pemerintahannya tidak melakukan ekspansi untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Keturunan Kerajaan Sunda telah melahirkan kerajaan- kerajaan besar di Nusantara diantaranya Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit, Kerajaan Mataram, Kerajaan Cirebon, Kerajaan Banten, dll.

Kronologi Sejarah Kerajaan Sunda

Kerajaan Sunda (669-1579 M), menurut naskah Wangsakerta merupakan kerajaan yang berdiri menggantikan kerajaan Tarumanagara. Kerajaan Sunda didirikan oleh Tarusbawa pada tahun 591 Caka Sunda (669 M). Menurut sumber sejarah primer yang berasal dari abad ke-16, kerajaan ini merupakan suatu kerajaan yang meliputi wilayah yang sekarang menjadi Provinsi Banten, Jakarta, Provinsi Jawa Barat , dan bagian barat Provinsi Jawa Tengah.

Berdasarkan naskah kuno primer Bujangga Manik (yang menceriterakan perjalanan Bujangga Manik, seorang pendeta Hindu Sunda yang mengunjungi tempat-tempat suci agama Hindu di Pulau Jawa dan Bali pada awal abad ke-16), yang saat ini disimpan pada Perpustakaan Boedlian, Oxford University, Inggris sejak tahun 1627), batas Kerajaan Sunda di sebelah timur adalah Ci Pamali ("Sungai Pamali", sekarang disebut sebagai Kali Brebes) dan Ci Serayu (yang saat ini disebut Kali Serayu) di Provinsi Jawa Tengah.

Tome Pires (1513) dalam catatan perjalanannya, Suma Oriental (1513 – 1515), menyebutkan batas wilayah Kerajaan Sunda di sebelah timur sebagai berikut: “Sementara orang menegaskan bahwa kerajaan Sunda meliputi setengah pulau Jawa. Sebagian orang lainnya berkata bahwa Kerajaan Sunda mencakup sepertiga Pulau Jawa ditambah seperdelapannya lagi. Katanya, keliling Pulau Sunda tiga ratus legoa. Ujungnya adalah Ci Manuk.'

Menurut Naskah Wangsakerta, wilayah Kerajaan Sunda mencakup juga daerah yang saat ini menjadi Provinsi Lampung melalui pernikahan antara keluarga Kerajaan Sunda dan Lampung. Lampung dipisahkan dari bagian lain kerajaan Sunda oleh Selat Sunda.

Hubungan Kerajaan Sunda dengan Eropa

Kerajaan Sunda sudah lama menjalin hubungan dagang dengan bangsa Eropa seperti Inggris, Perancis dan Portugis. Kerajaan Sunda malah pernah menjalin hubungan politik dengan bangsa Portugis. Dalam tahun 1522, Kerajaan Sunda menandatangani Perjanjian Sunda-Portugis yang membolehkan orang Portugis membangun benteng dan gudang di pelabuhan Sunda Kelapa. Sebagai imbalannya, Portugis diharuskan memberi bantuan militer kepada Kerajaan Sunda dalam menghadapi serangan dari Demak dan Cirebon (yang memisahkan diri dari Kerajaan Sunda).

Sejarah
Sebelum berdiri sebagai kerajaan yang mandiri, Sunda merupakan bagian dari Tarumanagara. Raja Tarumanagara yang terakhir, Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirthabumi (memerintah hanya selama tiga tahun, 666-669 M), menikah dengan Déwi Ganggasari dari Indraprahasta. Dari Ganggasari, beliau memiliki dua anak, yang keduanya perempuan. Déwi Manasih, putri sulungnya, menikah dengan Tarusbawa dari Sunda, sedangkan yang kedua, Sobakancana, menikah dengan Dapuntahyang Sri Janayasa, yang selanjutnya mendirikan kerajaan Sriwijaya. Setelah Linggawarman meninggal, kekuasaan Tarumanagara turun kepada menantunya, Tarusbawa. Hal ini menyebabkan penguasa Galuh, Wretikandayun (612-702) memberontak, melepaskan diri dari Tarumanagara, serta mendirikan Galuh yang mandiri. dari pihak Tarumanagara sendiri, Tarusbawa juga menginginkan melanjutkan kerajaan Tarumanagara. Tarusbawa selanjutnya memindahkan kekuasaannya ke Sunda, di hulu sungai Cipakancilan dimana di daerah tersebut sungai Ciliwung dan sungai Cisadane berdekatan dan berjajar. Kurang lebih adalah Kotamadya Bogor saat ini. Sedangkan Tarumanagara diubah menjadi bawahannya. Beliau dinobatkan sebagai raja Sunda pada hari Radite Pon, 9 Suklapaksa, bulan Yista, tahun 519 Saka (kira-kira 18 Mei 669 M). Sunda dan Galuh ini berbatasan, dengan batas kerajaanya yaitu sungai Citarum (Sunda di sebelah barat, Galuh di sebelah timur).

Kerajaan kembar
Putera Tarusbawa yang terbesar, Rarkyan Sundasambawa, wafat saat masih muda, meninggalkan seorang anak perempuan, Nay Sekarkancana. Cucu Tarusbawa ini lantas dinikahi oleh Rahyang Sanjaya dari Galuh, sampai mempunyai seorang putera, Rahyang Tamperan.

Ibu dari Sanjaya adalah SANAHA, cucu Ratu Shima dari Kalingga, di Jepara. Ayah dari Sanjaya adalah Bratasenawa / SENA / SANNA, Raja Galuh ketiga, teman dekat Tarusbawa.

Sena adalah cucu Wretikandayun dari putera bungsunya, Mandiminyak, raja Galuh kedua (702-709 M). Sena di tahun 716 M dikudeta dari tahta Galuh oleh PURBASORA. Purbasora dan Sena sebenarnya adalah saudara satu ibu, tapi lain ayah.

Sena dan keluarganya menyelamatkan diri ke Pakuan, pusat Kerajaan Sunda, dan meminta pertolongan pada Tarusbawa. Ironis sekali memang, Wretikandayun, kakek Sena, sebelumnya menuntut Tarusbawa untuk memisahkan Kerajaan Galuh dari Tarumanegara / Kerajaan Sunda. Dikemudian hari, Sanjaya yang merupakan penerus Kerajaan Galuh yang sah, menyerang Galuh, dengan bantuan Tarusbawa, untuk melengserkan Purbasora.

Saat Tarusbawa meninggal (tahun 723), kekuasaan Sunda dan Galuh berada di tangan Sanjaya. Di tangan Sanjaya, Sunda dan Galuh bersatu kembali.

Tahun 732 Sanjaya menyerahkan kekuasaan Sunda-Galuh ke puteranya, Tamperan / Rarkyan Panaraban. Di Kalingga, Sanjaya memegang kekuasaan selama 22 tahun (732-754), yang kemudian diganti oleh puteranya dari Déwi Sudiwara, yaitu Rarkyan Panangkaran / Rakai Panangkaran.

Rahyang Tamperan / RARKYAN PANARABAN berkuasa di Sunda-Galuh selama tujuh tahun (732-739), lalu membagi kekuasaan pada dua puteranya: Sang Manarah (dalam carita rakyat disebut Ciung Wanara) di Galuh serta Sang Banga (Hariang Banga) di Sunda.

Sang Banga (Prabhu Kertabhuwana Yasawiguna Hajimulya) menjadi raja selama 27 tahun (739-766), tapi hanya menguasai Sunda dari tahun 759. Dari Déwi Kancanasari, keturunan Demunawan dari Saunggalah, Sang Banga mempunyai putera, bernama Rarkyan Medang, yang kemudian meneruskan kekuasaanya di Sunda selama 17 tahun (766-783) dengan gelar Prabhu Hulukujang.

Karena anaknya perempuan, Rakryan Medang mewariskan kekuasaanya kepada menantunya, Rakryan Hujungkulon atau Prabhu Gilingwesi (dari Galuh, putera Sang Mansiri), yang menguasai Sunda selama 12 tahun (783-795).

Karena Rakryan Hujungkulon inipun hanya mempunyai anak perempuan, maka kekuasaan Sunda lantas jatuh ke menantunya, Rakryan Diwus (dengan gelar Prabu Pucukbhumi Dharmeswara) yang berkuasa selama 24 tahun (795-819).

Dari Rakryan Diwus, kekuasaan Sunda jatuh ke puteranya, Rakryan Wuwus, yang menikah dengan putera dari Sang Welengan (raja Galuh, 806-813). Kekuasaan Galuh juga jatuh kepadanya saat saudara iparnya, Sang Prabhu Linggabhumi (813-842), meninggal dunia. Kekuasaan Sunda-Galuh dipegang oleh RAKRYAN WUWUS (dengan gelar Prabhu Gajahkulon) sampai ia wafat tahun 891.

Sepeninggal Rakryan Wuwus, kekuasaan Sunda-Galuh jatuh ke adik iparnya dari Galuh, Arya Kadatwan. Hanya saja, karena tidak disukai oleh para pembesar dari Sunda, ia dibunuh tahun 895, sedangkan kekuasaannya diturunkan ke putranya, Rakryan Windusakti.

Kekuasaan ini lantas diturunkan pada putera sulungnya, Rakryan Kamuninggading (913). RAKRYAN KAMUNINGGADING menguasai Sunda-Galuh hanya tiga tahun, sebab kemudian direbut oleh adiknya, Rakryan Jayagiri (916).

RAKRYAN JAYAGIRI berkuasa selama 28 tahun, kemudian diwariskan kepada menantunya, Rakryan Watuagung, tahun 942.

Melanjutkan dendam orangtuanya, Rakryan Watuagung direbut kekuasaannya oleh keponakannya (putera Kamuninggading), Sang Limburkancana (954-964).

Dari Limburkancana, kekuasaan Sunda-Galuh diwariskan oleh putera sulungnya, Rakryan Sundasambawa (964-973). Karena tidak mempunyai putera dari Sundasambawa, kekuasaan tersebut jatuh ke adik iparnya, Rakryan Jayagiri (973-989).

Rakryan Jayagiri mewariskan kekuasaannya ka puteranya, Rakryan Gendang (989-1012), dilanjutkan oleh cucunya, Prabhu Déwasanghyang (1012-1019). Dari Déwasanghyang, kekuasaan diwariskan kepada puteranya, lalu ke cucunya yang membuat prasasti Cibadak, Sri Jayabhupati (1030-1042). Sri Jayabhupati adalah menantu dari Dharmawangsa Teguh dari Jawa Timur, mertua raja Erlangga (1019-1042).

Dari Sri Jayabhupati, kekuasaan diwariskan kepada putranya, Dharmaraja (1042-1064), lalu ke cucu menantunya, Prabhu Langlangbhumi ((1064-1154). Prabu Langlangbhumi dilanjutkan oleh putranya, Rakryan Jayagiri (1154-1156), lantas oleh cucunya, Prabhu Dharmakusuma (1156-1175). Dari Prabu Dharmakusuma, kekuasaan Sunda-Galuh diwariskan kepada putranya, Prabhu Guru Dharmasiksa, yang memerintah selama 122 tahun (1175-1297). Dharmasiksa memimpin Sunda-Galuh dari Saunggalah selama 12 tahun, tapi kemudian memindahkan pusat pemerintahan kepada Pakuan Pajajaran, kembali lagi ke tempat awal moyangnya (Tarusbawa) memimpin kerajaan Sunda.

Sepeninggal Dharmasiksa, kekuasaan Sunda-Galuh turun ke putranya yang terbesar, Rakryan Saunggalah (Prabhu Ragasuci), yang berkuasa selama enam tahun (1297-1303). Prabhu Ragasuci kemudian diganti oleh putranya, Prabhu Citraganda, yang berkuasa selama delapan tahun(1303-1311), kemudian oleh keturunannya lagi, Prabu Linggadéwata (1311-1333). Karena hanya mempunyai anak perempuan, Linggadéwata menurunkan kekuasaannya ke menantunya, Prabu Ajiguna Linggawisésa (1333-1340), kemudian ke Prabu Ragamulya Luhurprabawa (1340-1350). Dari Prabu Ragamulya, kekuasaan diwariskan ke putranya, Prabu Maharaja Linggabuanawisésa (1350-1357), yang di ujung kekuasaannya gugur di Bubat (baca Perang Bubat). Karena saat kejadian di Bubat, putranya -- Niskalawastukancana -- masih kecil, kekuasaan Sunda sementara dipegang oleh Patih Mangkubumi Sang Prabu Bunisora (1357-1371).

Prasasti Kawali di Kabuyutan Astana Gedé, Kawali, Ciamis.
Sapeninggal Prabu Bunisora, kekuasaan kembali lagi ke putra Linggabuana, Niskalawastukancana, yang kemudian memimpin selama 104 tahun (1371-1475). Dari isteri pertama, Nay Ratna Sarkati, ia mempunyai putera Sang Haliwungan (Prabu Susuktunggal), yang diberi kekuasaan bawahan di daerah sebelah barat Citarum (daerah asal Sunda). Prabu Susuktunggal yang berkuasa dari Pakuan Pajajaran, membangun pusat pemerintahan ini dengan mendirikan keraton Sri Bima Punta Narayana Madura Suradipati. Pemerintahannya terbilang lama (1382-1482), sebab sudah dimulai saat ayahnya masih berkuasa di daerah timur.

Dari Nay Ratna Mayangsari, istrinya yang kedua, ia mempunyai putera Ningratkancana (Prabu Déwaniskala), yang meneruskan kekuasaan ayahnya di daerah Galuh (1475-1482).

Susuktunggal dan Ningratkancana menyatukan ahli warisnya dengan menikahkan Jayadéwata (putra Ningratkancana) dengan Ambetkasih (putra Susuktunggal). Tahun 1482, kekuasaan Sunda dan Galuh disatukan lagi oleh Jayadéwata (yang bergelar Sri Baduga Maharaja). Sapeninggal Jayadéwata, kekuasaan Sunda-Galuh turun ke putranya, Prabu Surawisésa (1521-1535), kemudian Prabu Déwatabuanawisésa (1535-1543), Prabu Sakti (1543-1551), Prabu Nilakéndra (1551-1567), serta Prabu Ragamulya atau Prabu Suryakancana (1567-1579). Prabu Suryakancana ini merupakan pemimpin kerajaan Sunda-Galuh yang terakhir, sebab setelah beberapa kali diserang oleh pasukan Maulana Yusuf dari Kesultanan Banten, kerajaan Sunda lainnya, di tahun 1579, yang mengalibatkan kekuasaan Prabu Surya Kancana dan Kerajaan Pajajaran runtuh.

Sebelum Kerajaan Pajajaran runtuh Prabu Surya Kancana memerintahkan ke empat patihnya untuk membawa mahkota kerajaan beserta anggota kerajaan ke Sumedang Larang yang sama- sama merupakan keturunan Kerajaan Sunda untuk meneruskan pemerintahan.

Kerajaan Sumedang Larang berasal dari pecahan kerajaan Sunda-Galuh yang beragama Hindu, yang didirikan oleh Prabu Geusan Ulun Aji Putih atas perintah Prabu Suryadewata sebelum Keraton Galuh dipindahkan ke Pajajaran, Bogor. Seiring dengan perubahan zaman dan kepemimpinan, nama Sumedang mengalami beberapa perubahan. Yang pertama yaitu Kerajaan Tembong Agung yang berlokasi di Desa Cipaku Kecamatan Darmaraja (Tembong artinya nampak dan Agung artinya luhur, memperlihatkan ke Agungan Yang Maha Kuasa) dipimpin oleh Prabu Guru Aji Putih pada abad ke XII. Prabu Guru Aji Putih memiliki putra yang bernama Prabu Tajimalela dan kemudian pada masa zaman Prabu Tajimalela, diganti menjadi Himbar Buana, yang berarti menerangi alam, Prabu Tajimalela pernah berkata “Insun medal; Insun madangan”. Artinya Aku dilahirkan; Aku menerangi. Kata Sumedang diambil dari kata Insun Madangan yang berubah pengucapannya menjadi Sun Madang yang selanjutnya menjadi Sumedang. Ada juga yang berpendapat berasal dari kata Insun Medal yang berubah pengucapannya menjadi Sumedang dan Larang berarti sesuatu yang tidak ada tandingnya.



Pemerintahan berdaulat
Prabu Agung Resi Cakrabuana (950 M)Prabu Agung Resi Cakrabuana atau lebih dikenal Prabu Tajimalela dianggap sebagai pokok berdirinya Kerajaan Sumedang. Pada awal berdiri bernama Kerajaan Tembong Agung dengan ibukota di Leuwihideung (sekarang Kecamatan Darmaraja). Beliau punya tiga putra yaitu Prabu Lembu Agung, Prabu Gajah Agung, dan Sunan Geusan Ulun.

Berdasarkan Layang Darmaraja, Prabu Tajimalela memberi perintah kepada kedua putranya (Prabu Lembu Agung dan Prabu Gajah Agung), yang satu menjadi raja dan yang lain menjadi wakilnya (patih). Tapi keduanya tidak bersedia menjadi raja. Oleh karena itu, Prabu Tajimalela memberi ujian kepada kedua putranya jika kalah harus menjadi raja. Kedua putranya diperintahkan pergi ke Gunung Nurmala (sekarang Gunung Sangkanjaya). Keduanya diberi perintah harus menjaga sebilah pedang dan kelapa muda (duwegan/degan). Tetapi, Prabu Gajah Agung karena sangat kehausan beliau membelah dan meminum air kelapa muda tersebut sehingga beliau dinyatakan kalah dan harus menjadi raja Kerajaan Sumedang Larang tetapi wilayah ibu kota harus mencari sendiri. Sedangkan Prabu Lembu Agung tetap di Leuwihideung, menjadi raja sementara yang biasa disebut juga Prabu Lembu Peteng Aji untuk sekedar memenuhi wasiat Prabu Tajimalela. Setelah itu Kerajaan Sumedang Larang diserahkan kepada Prabu Gajah Agung dan Prabu Lembu Agung menjadi resi. Prabu Lembu Agung dan pera keturunannya tetap berada di Darmaraja. Sedangkan Sunan Geusan Ulun dan keturunannya tersebar di Limbangan, Karawang, dan Brebes.

Setelah Prabu Gajah Agung menjadi raja maka kerajaan dipindahkan ke Ciguling. Ia dimakamkan di Cicanting Kecamatan Darmaraja. Ia mempunyai dua orang putra, pertama Ratu Istri Rajamantri, menikah dengan Prabu Siliwangi dan mengikuti suaminya pindah ke Pakuan Pajajaran. Kedua Sunan Guling, yang melanjutkan menjadi raja di Kerajaan Sumedang Larang. Setelah Sunan Guling meninggal kemudian dilanjutkan oleh putra tunggalnya yaitu Sunan Tuakan. Setelah itu kerajaan dipimpin oleh putrinya yaitu Nyi Mas Ratu Patuakan. Nyi Mas Ratu Patuakan mempunyai suami yaitu Sunan Corenda, putra Sunan Parung, cucu Prabu Siliwangi (Prabu Ratu Dewata). Nyi Mas Ratu Patuakan mempunyai seorang putri bernama Nyi Mas Ratu Inten Dewata (1530-1578), yang setelah ia meninggal menggantikannya menjadi ratu dengan gelar Ratu Pucuk Umun.

Ratu Pucuk Umun menikah dengan Pangeran Kusumahdinata, putra Pangeran Pamalekaran (Dipati Teterung), putra Aria Damar Sultan Palembang keturunan Majapahit. Ibunya Ratu Martasari/Nyi Mas Ranggawulung, keturunan Sunan Gunung Jati dari Cirebon. Pangeran Kusumahdinata lebih dikenal dengan julukan Pangeran Santri karena asalnya yang dari pesantren dan perilakunya yang sangat alim. Dengan pernikahan tersebut berakhirlah masa kerajaan Hindu di Sumedang Larang. Sejak itulah mulai menyebarnya agama Islam di wilayah Sumedang Larang.

Ratu Pucuk Umun dan Pangeran Santri
Pada pertengahan abad ke-16, mulailah corak agama Islam mewarnai perkembangan Sumedang Larang. Ratu Pucuk Umun, seorang wanita keturunan raja-raja Sumedang kuno yang merupakan seorang Sunda muslimah; menikahi Pangeran Santri (1505-1579 M) yang bergelar Ki Gedeng Sumedang dan memerintah Sumedang Larang bersama-sama serta menyebarkan ajaran Islam di wilayah tersebut. Pangeran Santri adalah cucu dari Syekh Maulana Abdurahman (Sunan Panjunan) dan cicit dari Syekh Datuk Kahfi, seorang ulama keturunan Arab Hadramaut yang berasal dari Mekkah dan menyebarkan agama Islam di berbagai penjuru daerah di kerajaan Sunda. Pernikahan Pangeran Santri dan Ratu Pucuk Umun ini melahirkan Prabu Geusan Ulun atau dikenal dengan Prabu Angkawijaya. Pada masa Ratu Pucuk Umun, ibukota Kerajaan Sumedang Larang dipindahkan dari Ciguling ke Kutamaya.

Prabu Geusan Ulun
Prabu Geusan Ulun (1580-1608 M) dinobatkan untuk menggantikan kekuasaan ayahnya, Pangeran Santri. Beliau menetapkan Kutamaya sebagai ibukota kerajaan Sumedang Larang, yang letaknya di bagian Barat kota. Wilayah kekuasaannya meliputi Kuningan, Bandung, Garut, Tasik, Sukabumi (Priangan) kecuali Galuh (Ciamis). Kerajaan Sumedang pada masa Prabu Geusan Ulun mengalami kemajuan yang pesat di bidang sosial, budaya, agama, militer dan politik pemerintahan. Setelah wafat pada tahun 1608, putera angkatnya, Pangeran Rangga Gempol Kusumadinata atau Rangga Gempol I, yang dikenal dengan nama Raden Aria Suradiwangsa menggantikan kepemimpinannya.

Pada masa awal pemerintahan Prabu Geusan Ulun, Kerajaan Pajajaran Galuh Pakuan sedang dalam masa kehancurannya karena diserang oleh Kerajaan Banten yang dipimpin Sultan Maulana Yusuf dalam rangka menyebarkan Agama Islam. Oleh karena penyerangan itu Kerajaan Pajajaran hancur. Pada saat-saat kekalahan Kerajaan Pajajaran, Prabu Siliwangi sebelum meninggalkan Keraton beliau mengutus empat prajurit pilihan tangan kanan Prabu Siliwangi untuk pergi ke Kerajaan Sumedang dengan rakyat Pajajaran untuk mencari perlindungan yang disebut Kandaga Lante. Kandaga Lante tersebut menyerahkan mahkota emas simbol kekuasaan Raja Pajajaran, kalung bersusun dua dan tiga, serta perhiasan lainnya seperti benten, siger, tampekan, dan kilat bahu (pusaka tersebut masih tersimpan di Museum Prabu Geusan Ulun si Sumedang). Kandaga Lante yang menyerahkan tersebut empat orang yaitu Sanghyang Hawu atau Embah Jayaperkosa, Batara Dipati Wiradijaya atau Embah Nangganan, Sanghyang Kondanghapa, dan Batara Pancar Buana atau Embah Terong Peot.

Walaupun pada waktu itu tempat penobatan raja direbut oleh pasukan Banten (wadyabala Banten) tetapi mahkota kerajaan terselamatkan. Dengan diberikannya mahkota tersebut kepada Prabu Geusan Ulun, maka dapat dianggap bahwa Kerajaan Pajajaran Galuh Pakuan menjadi bagian Kerajaan Sumedang Larang, sehingga wilayah Kerajaan Sumedang Larang menjadi luas. Batas wilayah baratnya Sungai Cisadane, batas wilayah timurnya Sungai Cipamali (kecuali Cirebon dan Jayakarta), batas sebelah utaranya Laut Jawa, dan batas sebelah selatannya Samudera Hindia.

Secara politik Kerajaan Sumedang Larang didesak oleh tiga musuh: yaitu Kerajaan Banten yang merasa terhina dan tidak menerima dengan pengangkatan Prabu Geusan Ulun sebagai pengganti Prabu Siliwangi; pasukan VOC di Jayakarta yang selalu mengganggu rakyat; dan Kesultanan Cirebon yang ditakutkan bergabung dengan Kesultanan Banten. Pada masa itu Kesultanan Mataram sedang pada masa kejayaannya, banyak kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara yang menyatakan bergabung kepada Mataram. Dengan tujuan politik pula akhirnya Prabu Geusan Ulun menyatakan bergabung dengan Kesultanan Mataram. Prabu Geusan Ulun merupakan raja terakhir Kerajaan Sumedang Larang, karena selanjutnya menjadi bagian Mataram dan pangkat raja turun menjadi adipati (bupati).

Raja-raja Kerajaan Sunda dari Salaka Nagara s/d Sumedang Larang
Di bawah ini deretan raja-raja yang pernah memimpin Kerajaan Sunda menurut naskah Pangéran Wangsakerta (waktu berkuasa dalam tahun Masehi):

Periode Salaka Nagara dan Taruma Nagara (Dewawarman - Linggawarman, 150 - 669).

0. Dewawarman I - VIII, 150 - 362

1. Jayasingawarman, 358-382

2. Dharmayawarman, 382-395

3. Purnawarman, 395-434

4. Wisnuwarman, 434-455

5. Indrawarman, 455-515

6. Candrawarman, 515-535

7. Suryawarman, 535-561

8. Kertawarman, 561-628

9. Sudhawarman, 628-639

10. Hariwangsawarman, 639-640

11. Nagajayawarman, 640-666

12. Linggawarman, 666-669



Periode Kerajaan Galuh - Pakuan - Pajajaran - Sumedang Larang

1. Tarusbawa (menantu Linggawarman, 669 - 723)

2. Harisdarma, atawa Sanjaya (menantu Tarusbawa, 723 - 732)

3. Tamperan Barmawijaya (732 - 739)

4. Rakeyan Banga (739 - 766)

5. Rakeyan Medang Prabu Hulukujang (766 - 783)

6. Prabu Gilingwesi (menantu Rakeyan Medang Prabu Hulukujang, 783 - 795)

7. Pucukbumi Darmeswara (menantu Prabu Gilingwesi, 795 - 819)

8. Rakeyan Wuwus Prabu Gajah Kulon (819 - 891)

9. Prabu Darmaraksa (adik ipar Rakeyan Wuwus, 891 - 895)

10. Windusakti Prabu Déwageng (895 - 913)

11. Rakeyan Kamuning Gading Prabu Pucukwesi (913 - 916)

12. Rakeyan Jayagiri (menantu Rakeyan Kamuning Gading, 916 - 942)

13. Atmayadarma Hariwangsa (942 - 954)

14. Limbur Kancana (putera Rakeyan Kamuning Gading, 954 - 964)

15. Munding Ganawirya (964 - 973)

16. Rakeyan Wulung Gadung (973 - 989)

17. Brajawisésa (989 - 1012)

18. Déwa Sanghyang (1012 - 1019)

19. Sanghyang Ageng (1019 - 1030)

20. Sri Jayabupati (Detya Maharaja, 1030 - 1042)

21. Darmaraja (Sang Mokténg Winduraja, 1042 - 1065)

22. Langlangbumi (Sang Mokténg Kerta, 1065 - 1155)

23. Rakeyan Jayagiri Prabu Ménakluhur (1155 - 1157)

24. Darmakusuma (Sang Mokténg Winduraja, 1157 - 1175)

25. Darmasiksa Prabu Sanghyang Wisnu (1175 - 1297)

26. Ragasuci (Sang Mokténg Taman, 1297 - 1303)

27. Citraganda (Sang Mokténg Tanjung, 1303 - 1311)

28. Prabu Linggadéwata (1311-1333)

29. Prabu Ajiguna Linggawisésa (1333-1340)

30. Prabu Ragamulya Luhurprabawa (1340-1350)

31. Prabu Maharaja Linggabuanawisésa (yang gugur dalam Perang Bubat, 1350-1357)

32. Prabu Bunisora (1357-1371)

33. Prabu Niskalawastukancana (1371-1475)

34. Prabu Susuktunggal (1475-1482)

35. Prabu Jayadéwata (Sri Baduga Maharaja, 1482-1521)

36. Prabu Surawisésa (1521-1535)

37. Prabu Déwatabuanawisésa (1535-1543)

38. Prabu Sakti (1543-1551)

39. Prabu Nilakéndra (1551-1567)

40. Prabu Ragamulya atau Prabu Suryakancana (1567-1579)

41. Prabu Geusan Ulun (1580-1608 M)


Sumber:

- Herwig Zahorka, The Sunda Kingdoms of West Java, From Taruma Nagara to Pakuan Pajajaran with Royal Center of Bogor, tahun 2007.

- Saleh Danasasmita, Sajarah Bogor, Tahun 2000

- Ayatrohaedi: Sundakala, Cuplikan Sejarah Sunda Berdasar Naskah-naskah "Panitia Wangsakerta" Cirebon. Pustaka Jaya, 2005.

- Aca. 1968. Carita Parahiyangan: naskah titilar karuhun urang Sunda abad ka-16 Maséhi. Yayasan Kabudayaan Nusalarang, Bandung.

- Edi S. Ekajati. 2005. Polemik Naskah Pangeran Wangsakerta. Pustaka Jaya, Jakarta. ISBN 979-419-329-1

- Yoséph Iskandar. 1997. Sejarah Jawa Barat: yuganing rajakawasa. Geger Sunten,

Gagak Jadi Hideung

Kacariotakeun baheula dina hiji tempat aya oray naga keur nawu balong. Sungutna ngegel kana tangkal huni, buntutna dibrlitkeun kana pancuh tambakan beulah dieu. Awakna malang dina balong tea, tuluy di ayun keun goplak, goplak, goplak dipake nawu baloing tea.
Teu kungsi lila balong teh saat laukna sing kocopok loba. Jol datang gagak kadinya haritamah gagak teh buluna bodas ngeplak. Ujug-ujug corokcok weh laukna dipacokan nepi beak lauk nu baradagnamah.
Ku oray sanca katempoen gagak maling lauk, geuwat digenggereuhkeun, tapi gagak ngalah beuki ngahajakeun. Atuh oray ambek sebrut bae diudag gagakteh. Gagak teh hiber kuorang diobrot, gagak teh bingung da diberik wae sieunen katewak. Kabeneran aya nu keur neleum, gebrus bae gagak teh asup ka jero pijanaan. Atuh ari muncul deui teh geus lestreng .
Barang jol oray sanca teh panglingeun, da jadi hideung lestereng. Pok weh oray sanca nanya, “mahlik hideung maneh nempo sakadang gagak teu bieu liwat kadieu?”
Gagak teh sorana digedekeun, ngomongna oge basa Betawi, da sieunen katara, “Engga, gaaaa!”
Tah kitu sasakalana manuk gagak buluna hideung jeung sorana gaaa, gaaaak!
Rincian Dongeng:
- Judulna : Gagak Jadi Hideung
- Bahasana : Kasar
- Palakuna : Gagak jeung Oray Sanca
- Watek palakuna :
Gagak = Badeur, sok daek nyopet, te bisa digenggereuhkeun.
Oray Sanca = Getol, daek usaha, rajin.
- Tempat/latar : Caritana jaman baheula di hiji balong nu loba laukan
- Eusi/hikmah nu bisa di cokot :
Ari jadi jalma teh kudu getol daekan, ulet, usaha lamun hayang bog amah kos sakadang Oray Sanca. Ulah jiga Gagak baong, haying ngenah doing embung gawe.


Hayam Kongkorongok Subuh

Kacaritakeun jaman baheula aya oray naga geus lila ngalamun hayang nyaba ka kahiyangan. Unggal isuk eta oray teh osok dangdan mapantes maneh. Tapi keukeuh teu ngarasa ginding lantaran teu boga perhiasan, mangkaning arek ngadeheus ka dewa.

Sanggeus mikir manehna inget ka sobatna sakadang titinggi, maksudna arek nginjeum tanduk ka sakadang jago haritamah jago teh aya tandukan menta di anteur ka titinggi. Sanggeus aprok dicaritakeun sakabeh pamasalahan naga ka jago. Maksudnamah nginjeum tanduk ka jago, engke dianteurkeuna deui ku sakadang titinggi cak sakadang naga.


Hayam jago teu nembalan lantaran apal jahat jeung licikna naga. Lila-lila naga ngarayu, jago oge merekeun tandukna ka sakadang naga. Cak naga ka jago “engke tandukna dibalikeun deui dianteurkeun ku titinggi samemeh balebat, lamun balebat can balik wae bisi kaula poho ngawangkong jeung dewa, anjeun mere tanda weh kongkorongok sing tarik.”


Geus kitumah jung weh naga jenug titinggi the arindit. Isukna samemeh balebat hayam jago kongkorongok satakerna. Sakali dua kali titinggi teu datang wae, terus jago teh kongkorongok sababaraha kali deui, tapi tetep titinggi teu dating keneh bae. Nepi ka brayna berang titinggi teu datang-datang.


“Keun sugan cenah peuting engke” pok hayam teh. Tapi weleh ditunggu nepi kasubuh titinggi teu dating keneh wae. Pohara ambekna hayam jago nepi ka nyancam lamun titinggi dating arek di pacok nepikeun ka paehna.


Ti harita hayam jago teh tiap-tiap subuh kongkorongok sarta mun papanggih jeung titinggi sok langsung dipacok nepi ka paehna, males pati dumeh kungsi ngabobodo.
Rincian Dongeng:
- Judulna : Hayam Kongkorongok Subuh
- Bahasana : Kasar
- Palakuna : Hayam Jago, Titinggi jeung Oray Naga
- Watek palakuna :
Oray Naga = jahat, sok nipu, teu sukur, sok hayang nu batur.
Titinggi = Daek wae di titah sanajan salah, teboga pamadegan.
Hayam Jago = Babari percaya, gampang dibobodo.
- Tempat/latar : Hiji tempat jaman bahela nyaeta di leuweung
- Eusi/hikmah nu bisa di cokot :
Ari hirup teh ulah sombong, adigung, ulah sok nipu, jiga Oray Naga. Ulah sok daek wae di titah lamun salah jiga Titinggi. Ulah gampang di bobodo bisi kaduhung, ulah gampang percaya ka jalma jiga sakadang Hayam Jago.

Sakadang Kuya jeung Sakadang Monyet

Hiji poe isuk-isuk, Sakadang Monyét datang nyampeurkeun ka Sakadang Kuya.
“Sakadang Kuya!”
“Kuk!”
“Keur naon?”
“Ah, biasa wé keur moyan,” témbal Sakadang Kuya anu keur cinutrung dina batu. “Ari tadi peuting saré di mana Sakadang Monyét téh?” Sakadang Kuya malik nanya.
“Di ditu, di deukeut kebon Pa Tani.”
“Baruk? Naha Ujang teu sieun ku Pa Tani?”
“Ah, henteu, da Pa Tanina ogé areuweuh. Imahna gé katénjona karosong. Jigana mah keur arindit jauh.”
“Kadé ah, sing ati-ati mun papanggih Pa Tani. Pa Tani téh manusa. Manusa téa hararak jeung sagala beuki deuih!”
“Sing percaya wé atuh ka uing!”
Jempé sajongjongan. Pok Sakadang Monyét nyarita deui.
“Lain, Sakadang Kuya, uing téh kabita ku Pa Tani.”
“Kabita kumaha?”
“Kabita ku cara hirupna, meni asa garenah. Geura baé, mun hayang barangdahar, teu kudu kukurilingan heula néangan dahareun cara urang. Béas kari nutu. Atuh deungeunna kari ngala di kebon. Geus puguh sabangsa lalab mah. Asal daék ngalana. Kabéh aya di kebonna.”
“Atuh kudu daék ngebon Jang, mun hayang kitu mah.”
“Enya, kumaha lamun ayeuna urang ngebon nurutan Pa Tani? Meureun mun hayang baranghakan téh teu kudu kukurilingan heula cara ayeuna. Kari ngala wé di kebon.”
“Alus tah, Jang, pikiran téh. Ngan melak naon nya anu pantes keur urang?”
“Ku lantaran uing mah karesep téh cau, kumaha upama melak tangkal cau?”
“Hih, da uing ogé resep kana cau mah!”
Duanana sapogodos rék melak cau.
“Tapi di mana melakna?” Sakadang Monyét nanya.
“Ah, di dinya wé tah, di hilir, di sisi leuwi. Di dinya aya tanah kosong, meujeuhna mun ku urang dikebonan téh. Tanahna ogé alus di dinya,” témbal Sakadang Kuya.
“Naha lain di girang wé atuh, deukeut ka basisir?”
“Di dinya mah tanahna kurang hadé, geus campur jeung keusik.”
Sapuk baé rék ngebon cau di tanah kosong sisi leuwi.
Ari binihna rék ngala di kebon Pa Tani. Kabeneran Pa Tanina keur euweuh. Malah dina ayana ogé, moal ambek sugan ari dipénta binih cau mah. Asal ulah diala cauna wé, komo anu geus asak dina tangkal mah.
Bring atuh Sakadang Kuya jeung Sakadang Monyét indit ka kebon Pa Tani.
“Ari Sakadang Kuya rék melak naonana?” Jang Onyé nanya.
“Uing mah rék melak anakna wé.”
“Har, atuh lila kana buahanana ari melak anakna mah.”
“Éh, da kitu biasana, ari melak cau mah kudu anakna.”
“Ah, teu kitu! Uing mah rék melak jantungna wé,” ceuk Sakadang Monyét.
“Naha?”
“Ari Sakadang Kuya, bodo téh dibéakkeun ku sorangan. Yeuh, ari cau téh asalna tina jantung. Anu matak uing mah arék melak jantungna, ambéh téréh kaala buahna,” ceuk Sakadang Monyét bari semu ngécé ka Sakadang Kuya.
“Ah, uing mah rék nurutkeun tali paranti wé, melak anakna, anak cau.”
“Heug atuh, Sakadang Kuya melak anakna, uing melak jantungna. Ayeuna mah urang paheula-heula buahan! Pasti pelak uing anu pangheulana buahan mah!” ceuk Sakadang Monyét, yakin pisan.
Caritana éta dua sobat téh geus marelak cau di tanah nu di sisi leuwi téa. Sakadang Kuya melak anakna, anak cau, ari Sakadang Monyét melak jantungna.
Saminggu ti harita, pelak cau téh ditaréang.
“Sakadang Kuya, pelak cau téh geus kumaha?” Sakadang Monyét nanya.
“Karak lilir nu uing mah. Ari nu Sakadang Monyét geus kumaha?”
“Geus beukah, sakeudeung deui ogé geura, bijil buahna,” ceuk Sakadang Monyét, bungah naker.
Saminggu deui ti harita, maranéhna naréang deui pelak cauna.
“Sakadang Kuya, pelak cau téh ayeuna geus kumaha?” ceuk Sakadang Monyét.
“Anu uing mah geus bijil pucuk. Ari nu Sakadang Monyét kumaha?”
“Pelak uing mah atung-atung énéh aé,” témbal Sakadang Monyét ngabéléhém. Maksudna mah jantung-jantung kénéh baé.
Selang saminggu, pelak cau téh ditaréang deui.
“Ayeuna geus kumaha pelak cau téh,” Sakadang Monyét nanya.
“Tuh, geus bijil pucuk tilu. Ari nu Sakadang Monyét?”
“Atung-atung énéh aé.”
Beuki lila, pelak cau Sakadang Kuya beuki ngagedéan, malah morontod jadina ogé, kawantu tanahna subur. Ari pelak jantung Sakadang Monyét mah, tibatan jadi kalah ka buruk. Nampuyak digembrong laleur.
“Ning alah uyuk sia mah!” ceuk Sakadang Monyét bari nalapung pelak jantungna. Sakadang Kuya ukur mésem nénjo kalakuan Sakadang Monyét kitu téh. Na jero haténa mah nyeungseurikeun, bari ngagerentes, “Dasar kokolot begog! Henteu umum atuh melak cau jantungna mah!”
Ahirna di dinya téh ngan aya pelak cau anu Sakadang Kuya. Geus kitu mah diarantep wé, teu ditéang-téang deui. Engké cenah lamun kira-kira buahna geus arasak, rék ditéang deui bari sakalian diala.